Bula, CakraNEWS.ID – Langkah cepat Polres Seram Bagian Timur (SBT) dalam menangani konflik antara pemuda Desa Kufar, Kecamatan Tutuk Tolu, dan pemuda Desa Kilga Watubauw, Kecamatan Kiandarat, mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Penjabat Desa Kilga Watubauw, Hasnawi Massa, menyampaikan apresiasinya kepada Polres SBT atas respons cepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Sebagai kepala pemerintahan desa, Hasnawi Massa menilai langkah sigap yang diambil oleh pihak kepolisian sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polres SBT yang telah bekerja keras menangani situasi tersebut.
“Sebagai kepala pemerintahan, saya mengucapkan terima kasih kepada Polres SBT yang telah bekerja luar biasa dalam menangani kejadian ini,” ujarnya melalui sambungan telepon pada Kamis (3/4/2025).
Ia menambahkan bahwa keterlibatan aparat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain itu, Hasnawi Massa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kinerja kepolisian dengan tetap menjaga kondusivitas lingkungan serta berkomunikasi dengan baik jika terdapat permasalahan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Hal senada disampaikan oleh salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, kehadiran dan tindakan cepat aparat kepolisian telah membantu meredam potensi konflik lebih lanjut.
“Ketika kejadian berlangsung, pihak berwajib segera tiba di lokasi dan melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh penting, seperti Kasat Reserse, Kasat Intel, Kabag Ops, serta Kapolsek dari wilayah terkait,” ungkapnya.
Kronologi Kejadian
Pada Minggu (30/3/2025) sekitar pukul 21.00 WIT, sekelompok pemuda dari Desa Kufar yang mengendarai lima unit sepeda motor melewati Desa Kilga Watubauw dengan suara knalpot yang memekakkan telinga. Hal ini memicu ketegangan dengan pemuda setempat hingga terjadi perkelahian, meskipun akhirnya berhasil dilerai.
Ketegangan kembali terjadi keesokan harinya, Senin (31/3/2025), sekitar pukul 07.00 WIT. Pemuda Desa Kufar yang tengah bersilaturahmi ke rumah salah satu tokoh masyarakat, Yasir Musaad, didatangi oleh pemuda Desa Kilga Watubauw yang sempat merusak pintu rumah tersebut. Beruntung, tokoh masyarakat dan Bhabinkamtibmas segera turun tangan untuk menenangkan situasi.
Personel Polsek Tutuk Tolu yang tiba di lokasi segera mengupayakan mediasi antara kedua belah pihak di Kantor Desa Kilga Watubauw. Upaya pengawalan pemuda Kufar kembali ke desanya sempat mengalami hambatan akibat aksi hadang dari pemuda Kilga Watubauw, yang berujung pada aksi saling lempar. Namun, akhirnya, pemuda Kufar berhasil kembali ke desanya setelah menyelamatkan diri.
Merespons kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres SBT, AKP Rahmat Ramdhani, S.I.P., dan Kasat Intel beserta tim gabungan dari Satreskrim dan Satintelkam segera melakukan koordinasi dengan Kapolsek Geser, IPTU M. Solissa, S.H., dan Kapolsek Tutuk Tolu, IPTU Ramli Umasugi. Tim ini menggalang komunikasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat guna meredam situasi.
Tak lama berselang, personel Polres SBT yang dipimpin Kabag Ops Polres SBT, AKP Androyuan Elim, S.I.K., M.H., bersama Kasat Samapta, Kasihumas, KBO Samapta, dan KBO Binmas tiba di Desa Kilga Kilwouw. Mereka mengevakuasi delapan unit sepeda motor milik warga Desa Kufar dan memastikan keselamatan warga yang masih bertahan di rumah penduduk setempat.
Setelah proses evakuasi, situasi berhasil dikendalikan, dan seluruh warga yang terdampak telah tiba dengan selamat di Mapolsek Tutuk Tolu.
Atas respons cepat aparat kepolisian, tokoh pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga dari Desa Kufar, Desa Kilga Kilwouw, dan Desa Kilga Watubauw menyatakan terima kasih dan berkomitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif. Mereka sepakat menyerahkan sepenuhnya penyelesaian permasalahan ini kepada pihak kepolisian.
“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga ketertiban dan kedamaian, terlebih dalam suasana Idul Fitri yang masih kita rasakan,” ungkap sumber yang yang enggan disebutkan namanya.
Polres SBT terus mengawal situasi agar tetap aman dan kondusif serta mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Dengan adanya sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan konflik serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.**CNI-06