Bentrok Antar Warga di Maluku Tengah, Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia

Adventorial Berita Pilihan Lintas peristiwa News Polri

Masohi, CakraNEWS.ID — Bentrokan antar warga kembali pecah di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Kamis (3/4/2025). Konflik terjadi antara masyarakat Negeri Rumaholat dan Negeri Sawai, yang mengakibatkan satu anggota kepolisian meninggal dunia serta empat warga mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan dipicu oleh insiden pemukulan terhadap seorang sopir asal Negeri Rumaholat saat melintasi wilayah Negeri Sawai. Kejadian ini memicu aksi balasan berupa penebangan tanaman milik warga Sawai oleh sekelompok masyarakat dari Rumaholat. Akibatnya, massa dari kedua belah pihak berkumpul di perbatasan dan terlibat bentrok dengan menggunakan senapan angin, senjata tajam, dan batu.

Korban dalam insiden ini di antaranya adalah:

1. BRIPKA Husni Abdullah (NRP. 8509041281), yang bertugas sebagai Ps. Panit Intelkam Polsek Wahai, meninggal dunia akibat luka tembak.

2. Empat warga Negeri Sawai mengalami luka tembak senapan angin.

Menanggapi insiden ini, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, bersama Kapolres Maluku Tengah, AKBP Hardi Meladi Kadir, dan Dandim 1502/Masohi, Letkol Czi. M. Yusuf Aksa, langsung menuju lokasi untuk meredam ketegangan. Pihak kepolisian juga telah mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

1. Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Negeri Sawai untuk menjaga stabilitas keamanan.

2. Melakukan pengamanan sementara di Negeri Sawai dan Negeri Rumaholat dengan melibatkan personel TNI dan Polri.

3. Mengerahkan personel Polres Maluku Tengah ke lokasi kejadian guna mengendalikan situasi.

Bupati Zulkarnain mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi. Ia juga menyarankan warga yang hendak melintas di wilayah sekitar Sawai dan Rumaholat untuk meningkatkan kewaspadaan hingga situasi benar-benar kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan penjagaan di lokasi bentrokan, serta penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utama konflik ini. Situasi di sekitar lokasi masih tegang, namun aparat berusaha meredam eskalasi agar tidak meluas.***CNI-05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *